You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Mendana Raya
Desa Mendana Raya

Kes Keruak, Kab. Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat

Selamat Datang di Website Resmi Desa Mendana Raya Email : [email protected] Pembuatan KIA, Akta Kelahiran, E KTP, Akta Kematian kini bisa di Kantor Desa Lindungi Diri Dan Orang Sekitar Anda Gunakan Maskermu Sekarang - Bersama Lawan COVID-19

Pola Asuh Anak

Hunaifi Afifuddin Adnan 22 Januari 2020 Dibaca 4.402 Kali

Hallo Mom….tetap semangat ya hari ini.

Artikel  psikologi kali ini kita akan membahas tentang pola asuh orang tua ya mom…

Keluarga adalah tempat yang paling pertama dan paling dekat dengan anak. Dimana anak melihat dunia, belajar tentang lingkungan sosial.

Anak-anak memulai mengenal perilaku,pembiasaan bersama orang tua dan anggota keluarga lainnya. Anak mempelajari tentang apa yang dia lihat,rasakan tentang kasih sayang dan cinta kasih anak terhadap ayah,ibu,nenek,kakek,kakak dan adik.

Lingkungan keluarga juga dijadikan anak sebagai pijakan anak untuk keluar dan mengetahui tentang lingkungan sosial yaitu teman,tetangga,sekolah. Bagaiman mom…apapun yang sudah kita ajarkan pada anak maka itu yang akan membentuk karakter anak ketika anak di luar lingkungan sekolah.

Ini contoh 6 pola asuhan orang tua terhadap anak:


1. Pola asuh otoriter
Pola asuh otoriter adalah pola pengasuhan anak yang bersifat pemaksaan, keras dan kaku di mana orangtua akan membuat berbagai aturan yang saklek harus dipatuhi oleh anak-anaknya tanpa mau tahu perasaan sang anak. Orangtua akan emosi dan marah jika anak melakukan hal yang tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh orangtuanya.
Hukuman mental dan fisik akan sering diterima oleh anak-anak dengan alasan agar anak terus tetap patuh dan disiplin serta menghormati orangtua yang telah membesarkannya.
Anak yang besar dengan teknik asuhan anak seperti ini biasanya tidak bahagia, paranoid atau selalu berada dalam ketakutan, mudah sedih dan tertekan, senang berada di luar rumah, benci orangtua, dan lain-lain. Namun di balik itu biasanya anak hasil didikan orangtua dengan pola asuh otoriter lebih bisa mandiri, bisa menjadi orang sesuai keinginan orangtua, lebih disiplin dan lebih bertanggungjawab dalam menjalani hidup.


2. Pola asuh demokratis
Pola asuh ini merupakan pola asuh yang paling baik. Dimana orangtua bersikap friendly dan anak bebas mengemukakan pendapatnya. Disini orangtua lebih mau mendengar keluhan dari anaknya, mau memberikan masukan.
Ketika anaknya diberi hukuman, orangtua menjelaskan kenapa dia harus dihukum. Pola asuh ini tidak banyak dimiliki oleh orangtua zaman sekarang.
Orang tua lebih mengajarkan anak untuk lebih baik, misalnya mengetuk pintu sebelum masuk rumah dan menjelaskan kenapa harus melakukan hal seperti itu.


3. Pola asuh temporizer

Temporizer ini merupakan pola asuh yang sangat tidak konsisten. Dimana orangtua tidak memiliki pendirian. Contoh dari pola asuh ini seperti, anak yang diberikan batas waktu pulang malam sekitar jam 10. Terkadang orang tuanya tidak memarahi anaknya, jika anaknya pulang lebih lama dari itu, tapi terkadang juga orang tua marah besar kepada anaknya jika lewat pada waktunya. Ini dapat membuat anak bingung.


4. Pola asuh appeasers

Appeasers ini merupakan pola asuh dari orangtua yang sangat khawatir akan anaknya, takut terjadi sesuatu yang tidak baik pada anaknya (overprotective).
Contohnya, orangtua memarahi anaknya jika bergaul dengan anak tetangga. Karena takut menjadi tidak benar. Orangtua tidak mengizinkan anaknya untuk berpergian tanpa didampingi oleh orangtua, karena takut terjadi yang tidak diinginkan. Ini membuat anak menjadi tidak bebas.


5. Pola asuh permisif
Tipe orangtua yang mempunyai pola asuh permisif cenderung selalu memberikan kebebasan pada anak tanpa memberikan kontrol sama sekali. Anak sedikit sekali dituntut untuk suatu tangung jawab, tetapi mempunyai hak yang sama seperti orang dewasa.
Anak diberi kebebasan untuk mengatur dirinya sendiri dan orangtua tidak banyak mengatur anaknya. Orangtua permisif memberikan kepada anak untuk berbuat sekehendaknya dan lemah sekali dalam melaksanakan disiplin pada anak.
Pola asuhan permisif bercirikan adanya kontrol yang kurang, orangtua bersikap longgar atau bebas, bimbingan terhadap anak kurang. Ciri pola asuh ini adalah semua keputusan lebih banyak dibuat oleh anak daripada orangtuanya.


6. Pola asuh otoritatif
Pola asuh otoritatif adalah pola asuh orangtua pada anak yang memberi kebebasan pada anak untuk berkreasi dan mengeksplorasi berbagai hal sesuai dengan kemampuan anak dengan sensor batasan dan pengawasan yang baik dari orangtua. Pola asuh ini adalah pola asuh yang cocok dan baik untuk diterapkan para orangtua kepada anak-anaknya.
Anak yang diasuh dengan tehnik asuhan otoritatif akan hidup ceria, menyenangkan, kreatif, cerdas, percaya diri, terbuka pada orangtua, menghargai dan menghormati orangtua, tidak mudah stres dan depresi, berprestasi baik, disukai lingkungan dan masyarakat dan lain-lain.

Proses pembentukan karakter dan mental dimulai sedini mungkin dengan proses yang lama, bukan hal yang instan dan kilat, karena perilaku dan pembiasaan anak yang akan dia pakai untuk pijakan berjalan menuju masa depan.Bagaimana mom, pola asuh mana yang sudah kita pakai untuk membentuk karakter anak yang baik dan sesuai dengan kebutuhan anak di masa depan.??????

Source : http://paudplusazzalfa.sch.id/artikel-psikologi-parent-anak-pola-asuh-anak/

 

"Semoga masyrakat bisa berkelanjutan menikmati dana desa melalui program yang dperuntukan buat mereka Sukses siskeudes
Wahidatul aini 22 Januari 2020
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2023 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp1,071,511,571 Rp1,125,351,848
95.22%
Belanja
Rp1,013,861,848 Rp1,120,351,848
90.49%
Pembiayaan
Rp0 Rp-5,000,000
0%

APBDes 2023 Pendapatan

Hasil Aset Desa
Rp16,500,000 Rp16,500,000
100%
Dana Desa
Rp689,056,000 Rp689,056,000
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp13,500,000 Rp36,836,734
36.65%
Alokasi Dana Desa
Rp352,332,254 Rp382,835,797
92.03%
Bunga Bank
Rp123,317 Rp123,317
100%

APBDes 2023 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp671,227,848 Rp671,227,848
100%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp169,841,600 Rp169,841,600
100%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp44,471,000 Rp44,471,000
100%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp56,321,400 Rp162,811,400
34.59%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp72,000,000 Rp72,000,000
100%