Selamat Datang di Website Resmi Desa Mendana Raya Email : [email protected] Pembuatan KIA, Akta Kelahiran, E KTP,Kartu Keluarga, Akta Kematian kini bisa di Kantor Desa

Artikel

Peduli Lingkungan dan Kesuburan Tanah, KKN Unram Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Sampah Dapur di Desa Mendana Raya

03 Agustus 2026  ULPA WIDIYANTI  2 Kali Dibaca 
Tanggal & Jam 30 Juli 2026 20:00:00
Lokasi Rumah Kepala Dusun Mendana
Koordinator Bayu Putra

Desa Mendana Raya — Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram menggelar kegiatan sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC) bertempat di rumah Kepala Dusun (Kadus) Mendana, Kamis 30 Juli sekitar pukul 20.00 Wita. Kegiatan ini dihadiri sekitar 30 warga dan merupakan bagian dari program kerja mahasiswa yang bertujuan mendorong penerapan ekonomi hijau di tingkat rumah tangga sekaligus mengurangi ketergantungan petani setempat terhadap pupuk kimia.

Acara dibuka secara resmi sebelum dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber yang diundang khusus untuk kegiatan tersebut, Abdus Syakur Assopi, S.P., M.Si. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pengertian pupuk organik cair, cara pembuatannya, hingga manfaatnya bagi tanaman dan tanah.

Abdus Syakur Assopi menyoroti kondisi petani saat ini yang menurutnya sangat bergantung pada pupuk kimia karena hasilnya terlihat cepat dan nyata. Namun, ia mengingatkan bahwa penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus tanpa pengelolaan yang tepat dapat menurunkan kualitas tanah dalam jangka panjang. Karena itu, ia berharap kehadiran pupuk organik cair dapat menjadi langkah awal bagi warga untuk mulai mengurangi penggunaan pupuk kimia dengan mengombinasikannya bersama pupuk alami berbahan dasar limbah organik rumah tangga.

Sesi tanya jawab berlangsung cukup hidup. Kepala Dusun Mendana menanyakan solusi atas persoalan yang banyak dialami petani tembakau di desa tersebut, yakni daun tembakau yang kerdil dan sulit tumbuh tinggi. Pertanyaan senada juga disampaikan salah satu warga terkait daun tembakau yang menguning, mengingat mayoritas warga Desa Mendana Raya berprofesi sebagai petani tembakau.
Menjawab pertanyaan tersebut, narasumber menjelaskan bahwa kondisi daun kerdil dan menguning umumnya disebabkan oleh tanah yang "sakit" akibat penurunan unsur hara. Ia mengibaratkan kondisi tanah tersebut seperti tubuh manusia yang perlu diobati. Menurutnya, penggunaan pupuk kimia yang terlalu sering membuat tanah menjadi kering dan berdampak pada menurunnya kualitas hasil tembakau.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi langsung cara pembuatan pupuk organik cair yang dipandu oleh Ketua KKN, Bayu Putra, dibantu salah satu anggota kelompok. Bahan yang digunakan antara lain satu kilogram limbah organik rumah tangga seperti sisa sayur, kulit buah, nasi basi, dan ampas kopi, satu liter air cucian beras atau air kelapa, empat liter air biasa, seratus gram gula merah atau molase, cairan EM4, serta galon bekas air mineral yang telah dimodifikasi dengan selang untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi.

Proses pembuatannya dimulai dengan mencacah limbah organik agar fermentasi berlangsung lebih cepat, kemudian mencampurkannya bersama air cucian beras, air biasa, cairan EM4, dan larutan gula merah di dalam galon. Wadah kemudian ditutup rapat namun tetap diberi lubang untuk saluran gas, lalu disimpan di tempat teduh dan diaduk setiap dua hingga tiga hari sekali. Fermentasi berlangsung sekitar tujuh hingga empat belas hari, hingga pupuk mengeluarkan aroma asam segar khas tape sebagai tanda sudah siap digunakan.

Narasumber turut menjelaskan cara aplikasi pupuk organik cair, baik sebagai pupuk daun dengan mencampurkan 10 ml pupuk ke dalam satu liter air untuk disemprotkan, maupun sebagai pupuk tanah dengan takaran 20–30 ml per liter air yang disiramkan ke media tanam seminggu sekali.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, mahasiswa KKN membagikan pupuk organik cair yang telah dibuat sebelumnya kepada warga yang hadir, agar dapat langsung dicoba dan dirasakan manfaatnya. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama antara mahasiswa, narasumber, Kepala Dusun, dan warga Desa Mendana Raya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Mataram berharap warga Desa Mendana Raya dapat mulai mengelola limbah organik rumah tangga secara mandiri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Langkah sederhana ini juga sejalan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab lewat pemanfaatan sampah dapur, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui pengurangan emisi dari pupuk kimia berlebih, serta SDG 15 tentang Ekosistem Daratan melalui pemulihan kesuburan tanah. Dengan begitu, program kerja ini diharapkan menjadi kontribusi nyata desa dalam mendukung ekonomi hijau sekaligus agenda pembangunan berkelanjutan secara lebih luas.

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image  
 

 Pemerintah Desa

Back Next

 Agenda

 Peta Wilayah Desa

  Sinergi Program

  Statistik

 Komentar

 Media Sosial

 Peta Lokasi Kantor


Kantor Desa
Alamat : Jalan Raya Arjanjang Km. 03 Mendana Raya - Keruak
Desa : Mendana Raya
Kecamatan : Keruak
Kabupaten : Lombok Timur
Kodepos : 83672
Telepon : 087751099627
Email : [email protected]

  Statistik Pengunjung

  • Hari ini : 4
    Kemarin : 31
    Total Pengunjung : 169,292
    Sistem Operasi : Unknown Platform
    IP Address : 216.73.216.46
    Browser : Mozilla 5.0