Desa Mendana Raya, 2 Juli 2026, Desa Mendana Raya menjadi saksi dimulainya babak baru kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat, seiring dilaksanakannya acara penerimaan resmi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Mataram. Acara yang berlangsung di Kantor Desa Mendana Raya ini dihadiri oleh Kepala Desa, Kepala Seksi Pemerintahan, tokoh masyarakat, serta seluruh mahasiswa peserta KKN.
Sebanyak 10 orang mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi akan melaksanakan program pengabdian masyarakat selama 45 hari ke depan, terhitung mulai 1 Juli hingga 12 Juli 2026. Kehadiran mereka disambut dengan antusias oleh warga setempat, yang berharap program KKN ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan desa.
Acara dibuka tepat pukul 09.30 WIB oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan doa sebagai tanda dimulainya kegiatan secara resmi. Suasana khidmat semakin terasa saat seluruh hadirin bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, sebagai bentuk penghormatan kepada bangsa dan negara.
Memasuki sesi sambutan, Ketua KKN, Bayu Putra, menyampaikan gambaran umum program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian. Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat Desa Mendana Raya.
Sambutan sekaligus penerimaan oleh sekretaris Desa Mendana Raya. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada desanya sebagai lokasi pelaksanaan KKN. "Kami menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa. Semoga selama berada di sini, dapat terjalin sinergi yang saling menguntungkan antara mahasiswa dan masyarakat desa," ujarnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi perkenalan mahasiswa KKN satu per satu, sebagai langkah awal membangun keakraban dan rasa kekeluargaan. Rangkaian acara penerimaan resmi ditutup pukul 10.00 WIB, menandai dimulainya masa pengabdian mahasiswa di Desa Mendana Raya.
Dengan semangat kebersamaan yang terbangun sejak hari pertama, diharapkan pelaksanaan KKN di Desa Mendana Raya dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan, baik bagi mahasiswa dalam mengasah soft skill dan kepekaan sosial, maupun bagi masyarakat desa dalam mendorong pembangunan dan pemberdayaan lokal.