Mendana Raya – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram di Desa Mendana Raya, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, sukses menggelar kegiatan sosialisasi “Pembuatan Pupuk Bokashi dari Limbah Peternakan” di Kantor Desa Mendana Raya (15/1/26). Kegiatan ini merupakan program kerja utama yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat serta membantu mengatasi permasalahan yang terjadi di masyarakat dalam mengolah limbah-limbah peternakan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari hampir seluruh organisasi kemasyarakatan desa beserta perangkat desa. Program kerja ini diinisiasi sebagai respons atas banyaknya potensi limbah ternak di Desa Mendana Raya yang belum termanfaatkan secara maksimal.
Perwakilan mahasiswa KKN mengatakan bahwa pupuk Bokashi dipilih karena proses pembuatannya yang relatif cepat dengan sumber bahan-bahan yang mudah dicari di sekitar desa. Selain itu, pupuk ini sangat baik dalam memperbaiki struktur tanah pertanian warga agar tetap subur di masa kedepannya.
Antusiasme peserta pun terlihat tinggi sepanjang sesi demonstrasi. Para perwakilan organisasi desa aktif bertanya mengenai takaran bahan dan proses fermentasi yang tepat agar pupuk berhasil jadi. Tak terlewat pula peserta undangan dan perwakilan perangkat desa turut mencoba untuk mengolah pupuk Bokashi dari awal sesuai arahan dari salah satu anggota mahasiswa KKN sebagai pemateri.
Ia memaparkan bahwa bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan pupuk Bokashi ini selain kotoran sapi dan kambing yang telah tercampur tanah kering yaitu kapur dolomit, EM4 (Effective Microorganism 4), gula merah yang dicairkan (Molase), sekam bakar dan sekam yang tidak di bakar sebagai media, serta air.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa bersama peserta undangan mendemonstrasikan proses pembuatan pupuk Bokashi dengan mencampurkan sekam bakar dan kotoran hewan untuk bahan padatan dengan perbandingan satu banding satu. Setelah itu mencampurkan kapur dolomit sebanyak sepuluh persen dari jumlah pencampuran antara kotoran dan sekam tersebut.
Untuk mempercepat fermentasi, campuran tersebut kemudian disiram secara perlahan dengan larutan aktivator, yaitu larutan campuran sekitar 95 persen air, serta bakteri pengurai EM4 dan molase dengan perbandingan satu banding satu. Adonan pupuk tersebut kemudian diaduk rata dan disimpan dalam wadah tertutup kedap udara agar proses fermentasi berjalan sempurna tanpa gangguan organisme lain.
“Dilakukan pengecekan setiap 1 sampai 2 kali seminggu untuk meminimalisir kegagalan proses fermentasi. Apabila terdapat tanda-tanda adanya kemungkinan kegagalan, maka dilakukan pengadukan untuk meratakan semua bahan kembali. Adapun ciri-ciri kemungkinan kegagalan fermentasi ialah, hasilnya terasa panas, berbau sangat menyengat, lembab atau basah, dan munculnya jamur-jamur yang tidak diharapkan tumbuh disana. Proses fermentasi yang kami lakukan hingga pupuk ini berhasil adalah kurang lebih 2 sampai 3 minggu.” jelas Nabila Ayu, perwakilan mahasiswa KKN sebagai pemateri.
Sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan antusiasme peserta, mahasiswa KKN memberikan doorprize berupa beberapa kantong pupuk Bokashi siap pakai bagi peserta yang beruntung. Tak hanya itu, di akhir kegiatan, mahasiswa juga membagikan bibit tanaman di dalam polybag kepada peserta yang menginginkannya untuk ditanam di pekarangan rumah. Bibit tanaman yang dibagikan yakni bibit cabai dan terong dengan menggunakan pupuk kambing dan sapi.
Diharapkan, ilmu yang didapatkan oleh para perwakilan organisasi dan perangkat desa ini dapat disebarluaskan kepada masyarakat di desa yang lain, sehingga kemandirian pupuk tidak hanya diterapkan di Desa Mendana Raya saja melainkan dapat terwujud dan berkelanjutan juga di wilayah desa lain.
Unduh Lampiran:
Artikel Sosialisasi Pupuk Bokashi oleh Mahasiswa KKN Desa Mendana Raya 2025/2026